20 4 / 2014

bursten:

I hate brushing my teeth at night because that signifies that you can’t have anymore food and I’m just never ready for that kind of commitment

(via asdfghjkllove)

19 4 / 2014

Pada akhirnya orang-orang yang jatuh cinta akan kembali kepada Tuhan,

dia mencari sebab mengapa dia jatuh cinta

dan mencari cara untuk menyelamatkan cintanya

Pada akhirnya orang-orang yang jatuh cinta akan duduk manis memikirkan Tuhan,

merendah-rendah diri meminta kepada Tuhan

Lalu seolah-olah, hilanglah segala kegelisahannya 

Pada akhirnya orang-orang yang jatuh cinta akan kembali kepada Tuhan

Setelah dan sejauh apapun dia mencari

pada akhirnya dia hanya bisa meminta

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Tasikmalaya, 24 Ramadhan 1432 H | (c)kurniawangunadi

(Source: kurniawangunadi, via kurniawangunadi)

19 4 / 2014

APEU PISAN IH

APEU PISAN IH

(Source: pleatedjeans)

19 4 / 2014

(Source: , via thenocturnals)

18 4 / 2014

16 4 / 2014

(Source: bault, via artchipel)

16 4 / 2014

(Source: icanread)

16 4 / 2014

Capek yah. Capek ngeluh mulu. Kenapa ga langsung kerjain aja sih Kar ga usah ngeluh mulu :(

Capek yah. Capek ngeluh mulu. Kenapa ga langsung kerjain aja sih Kar ga usah ngeluh mulu :(

16 4 / 2014

Aku rindu saat-saat itu

Dimana aku bukan orang yang dituakan

Bukan dianggap senior atau yang sudah berpengalaman

Bebas bicara tanpa perlu jadi panutan

.

Aku rindu saat dimana celotehanku hanya dianggap angin lalu

Atau jika beruntung, dapat memberi ide baru

Saat aku dapat terbahak menertawakan ketidaktahuanku

Bukannya dianggap serba tahu

.

Aku rindu kebocahanku

Lari, loncat sana sini

Berteriak kencang seakan tak peduli

Berjoget dan menari sesuka hati

.

Aku rindu:

Umur mudaku,

Ketidaktahuanku,

Kebebasanku,

Dulu.

16 4 / 2014

thepiercingstar:

THIS.

(Source: moghamara, via arinaysays)

16 4 / 2014

kuntawiaji:


In fact, we are too busy growing up.

kuntawiaji:

In fact, we are too busy growing up.

(via shairunnisa)

14 4 / 2014

your-sweetnightmare:

untuk aku, yang berteman di lingkungan dimana orang-orang udah ga asing lagi dengan hubungan seks, dan udah ga aneh lagi dengan nemuin kondom di dompet teman. ya gimana lagi, bahwa nge-judge secara blak-blakan itu kampring.

topless alias atasan dimana belahan payudara diumbar kamana-mana dan hotpant alias bawahan dimana paha juga menjadi sesuatu yang gak privat lagi, mungkin jadi salah satu gambaran sederhana penilaian banyak orang atas kadar ke-murahan dan ke-gampangannya seseorang. ya, walaupun aku sendiri kurang nyaman pake begituan tapi untuk beberapa gelintir orang yang nyaman pake begituan kan ga masalah juga sebenernya. tapi jangan salahkan sosial, dimana apapun yang dilakukan pasti ada gelintir lainnya yang ga suka.

cukup prihatin juga sih, ketika perempuan yang tidak perawan juga dikategorikan sebagai perempuan murahan/gampangan tadi. menurut aku sih perawan maupun tidak ya pilihan orang itu sendiri. gak munafik.. aku gamau jadi perempuan-perempuan yang ngejaga perawan untuk sang suami.. aku menjaga itu untuk laki-laki yang aku yakin, untuk laki-laki yang aku sayangi dan nyayangin aku.. untuk laki-laki yang menghormati aku, untuk laki-laki yang menghargai dan memperlakukan aku dengan baik.. fuck off lah suami, itumah embel-embel aja biar mengurangi angka kelahiran mereun, atau embel-embel biar mengurangi penyakit kelamin karena berganti-ganti pasangan. mana tau ketika aing nanti memutuskan untuk menikah dan ternyata aing menikahi laki-laki yang ga menghormati aing? hoaaaamm.

perempuan murahan itu bukan yang gitu, secara subjektif sih perempuan murahan menurut aku ya segelintir cewe-cewe yang hobi morotin dan jadian sama cowo karena si cowo tajir.. plis euy uang engga akan pernah bisa membeli perasaan.. uang penting, penting banget.. tapi sepenting apa sih kalo dibandingkan dengan harga diri dan dikatain matre? terserahlah mau bilang aku so-soan apa gimana juga aing ga peduli.

perempuan gampangan? nah ini sih, teuing ya.. menurut aku perempuan gampangan itu mungkin perempuan yang disekil lewat media sosial/baru ketemu sebentar kemudian mau dipake. mau protes? monggo, tulisan aing ya kumaha aing.

bukannya bakalan indah ya, ketika nanti kamu berbuat begituan atas dasar yakin plus sayang? ya sebisa mungkin, perempuan harus sangat amat pisan jual mahal untuk masalah itu mah. bullshit sih, tapi buat aku engga. karena buat aku-pun perawan itu sesuatu yang wah dan penting. bukan berarti penuturan aku diatas maksudnya perawan itu bisa digadaikan sama embel-embel cinta dan tai tai lainnya ya. tapi disini aku cuma mau menyampaikan bahwa kumaha maneh lah hirup mah atur-atur.

kesian ya jadi perempuan, ketika enggak perawan dikatain ini itu.. untuk laki-laki.. kalian jangan so suci, seneng masturbasi dan ga perjaka sama tangan kok masih bisa jelek-jelekin perempuan.. (keprokin aing dong cewe-cewe, aing belain kalian loooh.. #naon)

nah, intinya sih jangan menutup mata dari kenyataan. bahwa harga diri itu ga semuanya masalah perawan atau perjaka. dan untuk semua perempuan yang membaca ini, tolong diingat.. bahwa perawan itu ga bisa dibeli/diganti dengan apapun.. termasuk cinta dan uang. 

nyoblos ga btw? aing sih engga, males.. ga ngaruh-ngaruh amat sama hidup aing. hahahhaa ini ga penting, tapi bae.

jadi inget obrolan di sugarush ashaeu, ya ga sih hahaha ._.

bukannya 100% setuju sama tulisan ini, SUPER ga setuju sama orang2 yg nganggep sepele keperawanan. ada alesan sist kenapa kebutuhan seks baru muncul pas manusia udah dewasa. dewasa harusnya kenal sama tanggung jawab, sama komitmen. salah satu perwujudannya ya status ‘suami’ itu.

tai banget cowok yg ngaku sayang lah, menghormati lah, menghargai segala macem kalo ga bisa buktiin semua itu lewat tanggung jawab.

sekarang bisa bilang sayang, kalo udah kenapa-napa, hamil kek kena penyakit kek apa kek, terus salah satu pergi gitu aja?

kehidupan maneh bukan sepenuhnya hak maneh.

minimalnya banget urang punya tanggung jawab ke orang tua. ya maneh fine-fine aja hamil di luar nikah atau kena penyakit mematikan. ai orang tua maneh kumaha?

kecuali kalo tanpa tanggung jawab yg jelas (seperti misalnya status ‘suami’ tea) kalian yakin segalanya akan baik-baik saja. kecuali kalo, tanpa tanggung jawab yg jelas, orang tua kalian ngebolehin kalian hamil di luar nikah dan kena penyakit mematikan dan happy happy aja dengan itu. kecuali kalo orang tua maneh ikhlas effort ngedidik anak belasan atau puluhan tahun yg mereka lakuin lenyap gitu aja sama cowok tanpa tanggung jawab.

ceuk urang mah. hahahaha beda orang beda pendapat, wajar saja toh?

btw suka bangets sama gaya tulisannya orang inih. selaw tapi mikir hahaha. sinih sinih aku keprokin <3

14 4 / 2014

(Source: thefrogman, via pleatedjeans)